Pertama kali kulihat wajahmuMatamu menggodakuDan tak ku sangkaTiba tiba jatuh cintaSeterusnya ku sering mengharapkanCintamu berkekalanSemoga kitaAkan terus berbahagiaSekelipnya mata semuanya kini sudah berubahKau pandai berpura...pandai bercinta depan mataAda duri dalam cintayang menembusidalam dadaku.....Tersedu hatiku di saat iniMenahan kepedihanKau..Menjadikan diri iniPersinggahan
Mengapa kau tergamak sungguhMemperdaya harapan iniTunas kasih yang aku semaiRacun berbisa yang kau siramiBeginikah balasan cintaManis kata di bibir sajaLembut lidah mengukir janjiSegunung mimpi berkecai kiniSesalan tidak terucapBila kau berubah sikapKu sedar siapa diri kuKau buat tempat berteduhSemoga engkau bahagiaDi samping kekasih baruAndainya engkau kecewaJanganlah kau cari akuBiar saja aku sendiriYang mencari damai di hatiAirmata basah di pipiTak mungkin dapat membasuh luka
Pertama kali kulihat wajahmu
ReplyDeleteMatamu menggodaku
Dan tak ku sangka
Tiba tiba jatuh cinta
Seterusnya ku sering mengharapkan
Cintamu berkekalan
Semoga kita
Akan terus berbahagia
Sekelipnya mata semuanya kini
sudah berubah
Kau pandai berpura...
pandai bercinta depan mata
Ada duri dalam cinta
yang menembusi
dalam dadaku.....
Tersedu hatiku di saat ini
Menahan kepedihan
Kau..
Menjadikan diri ini
Persinggahan
Mengapa kau tergamak sungguh
ReplyDeleteMemperdaya harapan ini
Tunas kasih yang aku semai
Racun berbisa yang kau sirami
Beginikah balasan cinta
Manis kata di bibir saja
Lembut lidah mengukir janji
Segunung mimpi berkecai kini
Sesalan tidak terucap
Bila kau berubah sikap
Ku sedar siapa diri ku
Kau buat tempat berteduh
Semoga engkau bahagia
Di samping kekasih baru
Andainya engkau kecewa
Janganlah kau cari aku
Biar saja aku sendiri
Yang mencari damai di hati
Airmata basah di pipi
Tak mungkin dapat membasuh luka