Dalam seribu Cuma satu. Penuh arti dan harap pada isi nadi Demikianlah , senyum mu.
Meruntun jiwa ini Engkau lah cahaya penerang gelap Dalam jalan-jalan hidupku Yang malam tiada bulan Yang juga tiadanya bintang
Pada cita dan cinta Pun senyum dan sinar matamu Pembawa aku kembara dimalam tandus Didebu zaman merangkak satu-satu Mengira kata putus
Melewati hidup dipemergian mu Selama-lama laralah Menjalar keciwa penutup maya
Kini tiada lagi senyuman untuk pertemuan Tiada lagi senyuman penglipur lara.. Hanya perpisahan jua pengakhir bicara... Ku mengharap ... Biar senyuman kembali terukir Dalam arti percintaan.. Dalam arti persaudaraan.. Dalam arti perdamaian.. Dalam arti perpaduan... dijiwa... ini.. Doa ku suci..
Dalam seribu Cuma satu.
ReplyDeletePenuh arti dan harap pada isi nadi
Demikianlah , senyum mu.
Meruntun jiwa ini
Engkau lah cahaya penerang gelap
Dalam jalan-jalan hidupku
Yang malam tiada bulan
Yang juga tiadanya bintang
Pada cita dan cinta
Pun senyum dan sinar matamu
Pembawa aku kembara dimalam tandus
Didebu zaman merangkak satu-satu
Mengira kata putus
Melewati hidup dipemergian mu
Selama-lama laralah
Menjalar keciwa penutup maya
Kini tiada lagi senyuman untuk pertemuan
Tiada lagi senyuman penglipur lara..
Hanya perpisahan jua pengakhir bicara...
Ku mengharap ...
Biar senyuman kembali terukir
Dalam arti percintaan..
Dalam arti persaudaraan..
Dalam arti perdamaian..
Dalam arti perpaduan... dijiwa... ini..
Doa ku suci..