Monday, August 15, 2011

Hj.Wafiq Azizah(kota Santri)_ Illahi Tamimi Ni'mah

1 comment:

  1. Hari Asyura
    Tanggal sepuluh bulan Muharram biasa disebut dengan nama Asyura. Kata Asyura berasal dari kata ‘Asyara yang berarti sepuluh.

    Sejarah bangsa Arab sebelum Islam telah biasa menghormati bulan Muharram, dan lebih khusus lagi tanggal yang ke sepuluh. Kaum Jahiliah dalam menghormati hari Asyura ini pun juga melaksanakan puasa, sebagaimana disebutkan bahwa Aisyah telah meriwayatkan sebuah berita,
    Dari Aisyah ra, ia berkata, sesungguhnya kaum jahiliyah dahulu melaksanakan puasa pada hari Asyura

    Bahkan sebelum diwajibkannya puasa pada bulan Ramadlan telah disebutkan di dalam beberapa riwayat bahwa Rasulullah saw telah biasa melakukan puasa Asyura.
    Dari aisyah ra, ia berkata,

    “Mereka berpuasa pada hari Asyura sebelum diwajibkan puasa bulan Ramadlan. Hari itu
    adalah hari diselamatkannya Ka’bah. Ketika Allah mewajibkan puasa pada bulan Ramadlan
    rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mau berpuasa silakan, dan siapa yang mau
    meninggalkannya silakan” (al-Bukhari)

    Ketika berada di Madinah itulah, orang-orang Yahudi bermacam-macam cara dalam menghadapi hari Asyura. Ada di antara mereka yang berpuasa pada hari itu, dan ada juga menjadikan hari Asyura sebagai hari raya.
    Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa orang Yahudi berpuasa pada hari AsyuraNabi saw datang di Madinah lalu beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura,
    maka beliau bertanya, “Ada apa ini? Para shahabat menjawab, “Ini adalah hari baik, sebab hari ini Allah menyelamatkan Bani Israel dari kejaran musuh-musuhnya, maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini”.

    Nabi bersabda,

    “Saya lebih berhak mengikuti Musa daripada kalian, maka beliau pun berpuasa dan
    memerintahkan (para shahabat) untuk berpuasa (HR al-Bukhari)

    Tetapi Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan bahwa kaum Yahudi menjadikan hari Asyura ini sebagai hari Raya. (al-Bukhari)

    Pada hari raya itu, umumnya manusia mengisinya dengan bersenang-senang dan bergembira. Di dalam Islam, pada waktu hari raya diharamkan berpuasa. Karena itulah Rasulullah memilih untuk berpuasa agar berbeda sikap dengan kaum Yahudi, yang menjadikan hari itu sebagai hari raya.

    Keutamaan Puasa Asyura

    Sabda Rasulullah saw : Bahwa puasa pada hari Asyura ini boleh menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lalu.,Dan puasa pada hari Asyura aku berharap kepada Allah untuk menghapus (dosa-dosa) setahun yang lampau (HR Muslim)

    Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa pada mulanya, dalam melaksanakan puasa Asyura ini Rasulullah hanya berpuasa pada tanggal 10 saja.

    Tetapi, ketika diberitahukan bahwa kaum Yahudi juga berpuasa pada hari itu, maka kemudian beliau berkeinginan menambah sehari sebelumnya. Namun belum sempat beliau berpuasa pada tanggal 9 dan sepuluh, beliau telah wafat. Meskipun demikian beliau telah memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada tanggal 9 dan sepuluh sebagaimana hadis;

    Berpuasalah pada tanggal 9 dan 10, dan berselisihlah dengan kaum yahudi
    (at-Tirmidzi)

    ReplyDelete